Romeo

Desember 18, 2010 at 6:42 pm (Artikel) (, , , , , , )

“Hati saya separuhnya kosong..” Itulah penggalan kalimat yang
keluar dari mulut rentanya. Cintanya tak pernah padam laksana api Olimpiade. Lidahnya tak pernah berhenti berucap untuk memuji keindahannya.

Itu terlihat dari binar matanya, tiap kali memandangi foto sang istri. Kini
ia terdiam, tatapannya lurus ke depan, seolah menerawang menembus waktu, memutar memori tentang pertemuan itu.

Mereka memang satu sekolah. Satu sama lainnya pun mempunyai kemampuan mencerna pelajaran lebih baik ketimbang anak-anak lainnya, terutama pelajaran ilmu pasti, terlebih lagi sang guru acap kali menjodohkan kedua insan itu.

Mungkin kalian pernah dengar tentang kepiawaiannya dalam
mengkostruksi pesawat terbang bernama ‘Gatot Kaca’, atau kalian pernahmendengar tentang manusia paling multidimensional di Indonesia. DialahBacharuddin Jusuf Habibie, mantan orang pertama di republik tercinta.

Air mata pun mulai menyembul dari kedua kelopak mata tuanya yang
sudah dipenuhi keriput. Bibirnya bergetar seraya memanggil nama sang
isteri. Cintanya begitu kuat walaupun maut telah memisahkan.

Tahukah kalian, hampir tiap hari dia mengunjungi pusara sang isteri
hanya untuk sekedar mengusap batu nisan itu. Tak pelak mulutnya terus mengucap asma Allah, memanjatkan doa tulus agar isteri tercinta dapat diterima di sisi-Nya.

Kala malam tiba,rasa rindu itu datang menghantui, ia pun segera melaksanakan sholat tahajud dan berdoa. “...jika sampai waktunya, tugas kami di alam dunia dan di alam baru selesai, tempatkanlah kami manunggal di sisimu, karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi. Dalam “raga” yang abadi, dibangun Ainun manunggal dengan saya sesuai kehendak-Mu di alam baru sepanjang masa. Jiwa, roh, batin, “raga” dan nurani kami, abadi sampai akhirat.” (Habbibie & Ainun;323)

Rasa takjub menyelimutiku ketika mendengar doa itu. Ya, aku ingin seperti dia. Ternyata Habibie yang ku tahu bukanlah hanya seorang perancang pesawat ataupun mantan presiden saja, dialah sang pencinta sejati, “Romeo from Indonesia”.

2 Komentar

  1. kereyoben berkata,

    duh romeo…….

  2. alamendah berkata,

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Ternyata sang mantan Presiden kita ini romantis juga, ya?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.