Enjoy Jakarta

Oktober 26, 2010 at 10:07 am (Sosial) (, , , )

Jangan kau tanyakan kenapa banjir dan kemacetan kerap kali melanda
Jakarta saat ini. Tapi coba kau tanyakan, apa yang sudah kau lakukan kepada
Jakarta?

Jangan kau salahkan mereka yang kini sedang mencoba memperbaiki
kota ini. Tapi coba kau tanyakan, apakah kau lebih berani dari mereka
yang mengambil bagian untuk merias wajah Jakarta?

Jangan kau cemooh kota ini karena kesemrautannya. Karena yang pasti,
sesungguhnya kau selalu berbondong-bondong datang selepas hari raya tiba.

Jangan kau sangka begitu susahnya mencari uang di Jakarta. Karena
hanya mereka yang malas saja yang pantas mendapatkan itu.

Ya, inilah Jakarta! tempat dimana ku hadir di dunia. Sekali lagi ku pinta,
jangan kau hina kota ini, sementara kau mengemis di atas
tanahnya.

Permalink 1 Komentar

Aku dan Pohon Tua Itu

Januari 26, 2010 at 7:50 pm (Artikel) (, , , , , , , , )

Kilat mulai menyambar dengan dasyatnya. Tapi tak juga kujumpai tetesan air yang turun dari langit, padahal aroma khas tanah basah sudah menyelinap kedalam hidungku. Lalu, kupandangi pohon tua tepat di hadapanku, seraya meledek ke arahnya. “Hmm, pasti kau sedih karena air hujan yang kau tunggu tak kunjung turun. Sudahlah, itu memang sudah nasibmu. Sekarang tinggal kau tunggu saja orang yang sudi menyirammu.”

Kuteguk kopi hitam yang sudah mulai dingin di cangkir usang tepat di sampingku. Minuman yang kini menjadi teman setia dikala malam tiba. Kembali ku hisap dalam-dalam rokok yang sempat tak kuperhatikan keberadaanya, sambil kembali menoleh ke arah pohon tua yang sedang sedih itu dengan rasa sesal. Baca entri selengkapnya »

Permalink 20 Komentar

Old & New

Desember 31, 2009 at 6:48 pm (Berita) (, , , , , , , )

Dar der dor suara petasan memang sudah lumrah kita dengar menjelang pergantian tahun. Malahan, jarum jam belum menunjukkan pukul 12 tepat saja petasan sudah rame bener sahut-sahutan… ya, mirip-mirip lah kalau lagi besanan.

Sebenarnya gimana sih kita harus bersikap menjelang detik-detik pergantian tahun; hura-hura? keliling Ancol-Monas? Bakar ayam bareng teman-teman dekat? Baca entri selengkapnya »

Permalink 10 Komentar

Bukit Impian Pemulung Jalanan

Oktober 20, 2009 at 10:40 pm (Artikel) (, , , , , , , )

20090701133222605

Aku bukan hewan buruan… kenapa kalian selalu mengejar kami wahai serdadu-serdadu

Aku bukan pencuri… kenapa kalian selalu membayangi setiap langkahku…

Hanya itu yang bisa ia teriakkan dalam hatinya. Tanpa memperdulikan luka menganga di sekujur kakinya, dia menggenggam tangan mungil itu erat-erat dengan langkah setengah berlari. Dari kejauhan terdengar lengkingan peluit petugas memecah keheningan malam. Ya, ini sudah yang kesekian kalinya sejak peraturan itu ditetapkan. Sungguh merupakan tamparan keras bagi mereka para pemulung jalanan. Apakah ini salah mereka sehingga menggantungkan hidupnya dengan cara seperti itu?

Tidaklah ada orang yang terlahir dan besar di dunia memiliki cita-cita dan pekerjaan untuk menjadi seorang pemulung jalanan. Semua akan mengatakan terpaksa menjalani pekerjaan tersebut. Apakah jalan yang mereka pilih merupakan sebuah kejahatan, sehingga harus diburu bagai binatang liar. Baca entri selengkapnya »

Permalink 39 Komentar

Jangan Kau Bohongi Aku Lagi

Oktober 9, 2009 at 11:29 am (Artikel) (, , , , , )

onani

Kenapa kau membohongiku wahai manusia laknat. Kenapa tak kau simpan saja semua itu untuk waktu yang tepat. Wajahmu yang ekspresif, belaianmu yang lembut, dan irama tiap detak jantungmu selalu membiusku larut dalam kemunafikan.

Mereka bilang kau makhluk sempurna. Tercipta lengkap dengan akal dan budi yang menjadi parameter tiap langkah yang akan kau pilih. Tapi apa nyatanya? Apakah mungkin Tuhan-mu salah dalam penciptaanmu, sehingga akal dan budi itu tak bekerja sebagaimana mestinya? Ku rasa itu tidak mungkin. Baca entri selengkapnya »

Permalink 29 Komentar

Kata Mereka dan Aku Bertanya

September 28, 2009 at 4:23 pm (Artikel) (, , , , , , , )

Mereka bilang : Kesempatan tidak akan datang dua kali.
Aku : Kalau memang kesempatan itu tidak datang dua kali, kenapa tak satu kesempatan pun yang pernah menghampiriku?

Mereka bilang : Jangan pernah menyerah dalam menjalani hidup ini karena Tuhan pasti menunjukkan jalannya kepada hamba-Nya yang mau berusaha.
Aku : Selalu berusaha menjadi modal utamaku. Tapi kapan jalan itu akan kutemui?

Mereka bilang : Hidup itu bagaikan roda, kadang kita di atas dan terkadang kita berada di bawah.
Aku : Kalau memang hidup itu bagaikan roda, kenapa roda itu tak kunjung berputar dan selalu statis diam pada posisinya?

Mereka bilang : Cinta itu butuh pengorbanan, dengan adanya rasa saling pengertian dan percaya antara satu dengan yang lainnya.
Aku : Tapi kenapa cinta itu kini malah pergi setelah kuberikan semua pengertian dan kepercayaanku kepadanya?

Mereka bilang : Janganlah kau larut dalam kesedihan, karena secercah kebahagiaan kan menemui di penghujung jalan.
Aku : Tapi kenapa jalan itu begitu gelap dan tak berujung? Seakan takkan kujumpai secercah cahaya itu.

Mereka bilang : Hidup ini hanya sekali…
Aku : Jangan kau teruskan lagi semua wacanamu. Sesungguhnya kau tak mengerti apa yang kini kurasakan.

Permalink 11 Komentar

« Previous page · Next page »