Romeo

Desember 18, 2010 at 6:42 pm (Artikel) (, , , , , , )

“Hati saya separuhnya kosong..” Itulah penggalan kalimat yang
keluar dari mulut rentanya. Cintanya tak pernah padam laksana api Olimpiade. Lidahnya tak pernah berhenti berucap untuk memuji keindahannya.

Itu terlihat dari binar matanya, tiap kali memandangi foto sang istri. Kini
ia terdiam, tatapannya lurus ke depan, seolah menerawang menembus waktu, memutar memori tentang pertemuan itu.

Mereka memang satu sekolah. Satu sama lainnya pun mempunyai kemampuan mencerna pelajaran lebih baik ketimbang anak-anak lainnya, terutama pelajaran ilmu pasti, terlebih lagi sang guru acap kali menjodohkan kedua insan itu. Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar