Romeo

Desember 18, 2010 at 6:42 pm (Artikel) (, , , , , , )

“Hati saya separuhnya kosong..” Itulah penggalan kalimat yang
keluar dari mulut rentanya. Cintanya tak pernah padam laksana api Olimpiade. Lidahnya tak pernah berhenti berucap untuk memuji keindahannya.

Itu terlihat dari binar matanya, tiap kali memandangi foto sang istri. Kini
ia terdiam, tatapannya lurus ke depan, seolah menerawang menembus waktu, memutar memori tentang pertemuan itu.

Mereka memang satu sekolah. Satu sama lainnya pun mempunyai kemampuan mencerna pelajaran lebih baik ketimbang anak-anak lainnya, terutama pelajaran ilmu pasti, terlebih lagi sang guru acap kali menjodohkan kedua insan itu. Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar

PENANTIAN…

November 29, 2010 at 5:03 am (Cinta) (, , , , )

Kita memang pernah bersama. Kita pun sering duduk bedampingan untuk
sekedar  berkeluh kesah dalam sebuah wacana bertajuk cinta. Dimana aku berperan sebagai orang yang bercerita dan dia menjadi pendengar setianya, atau terkadang sebaliknya.

Sudah lama kita tak pernah bersua. Semenjak tempat itu sudah tak
lagi beroperasi seperti sedia kala, memang frekuensi perbincangan kami
sedikit mulai berkurang, bahkan hampir dipastikan sangat jarang sekali. Dialah si gadis berkerudung yang selalu muncul di mimpiku. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kata Mereka dan Aku Bertanya

September 28, 2009 at 4:23 pm (Artikel) (, , , , , , , )

Mereka bilang : Kesempatan tidak akan datang dua kali.
Aku : Kalau memang kesempatan itu tidak datang dua kali, kenapa tak satu kesempatan pun yang pernah menghampiriku?

Mereka bilang : Jangan pernah menyerah dalam menjalani hidup ini karena Tuhan pasti menunjukkan jalannya kepada hamba-Nya yang mau berusaha.
Aku : Selalu berusaha menjadi modal utamaku. Tapi kapan jalan itu akan kutemui?

Mereka bilang : Hidup itu bagaikan roda, kadang kita di atas dan terkadang kita berada di bawah.
Aku : Kalau memang hidup itu bagaikan roda, kenapa roda itu tak kunjung berputar dan selalu statis diam pada posisinya?

Mereka bilang : Cinta itu butuh pengorbanan, dengan adanya rasa saling pengertian dan percaya antara satu dengan yang lainnya.
Aku : Tapi kenapa cinta itu kini malah pergi setelah kuberikan semua pengertian dan kepercayaanku kepadanya?

Mereka bilang : Janganlah kau larut dalam kesedihan, karena secercah kebahagiaan kan menemui di penghujung jalan.
Aku : Tapi kenapa jalan itu begitu gelap dan tak berujung? Seakan takkan kujumpai secercah cahaya itu.

Mereka bilang : Hidup ini hanya sekali…
Aku : Jangan kau teruskan lagi semua wacanamu. Sesungguhnya kau tak mengerti apa yang kini kurasakan.

Permalink 11 Komentar

Taylor cinta

September 21, 2009 at 4:06 pm (Cinta) (, , )

Ambilah selembar kain cinta lalu bentuklah pola kasih sayang,
Potonglah dengan gunting kesabaran dan obraslah dengan benang kejujuran. Jahitlah kain itu dengan benang kepercayaan dan jarum ketulusan, kemudian tambahkan kancing kesetiaan dan resleting kemurahan, juga sematkan dengan bros keterbukaan..maka jadilah baju yang penuh kehangatan….

Permalink 6 Komentar

Cinta tetaplah cinta

September 16, 2009 at 8:56 pm (Cinta) (, , , )

Manusia tidak bisa memiliki cinta. Karena cintalah yang memilih, bukan manusia.
Biarkankanlah cinta yang menentukan pada hari yang mana dia akan tumbuh.
Bila cinta itu tak memilihmu, janganlah kau kecewa. setidaknya cinta itu telah menjadi milikmu dan tersimpan dalam jiwa rahasiamu…
(anita)

Permalink 12 Komentar

Tolong tanyakan

September 12, 2009 at 7:04 pm (Artikel) (, , , , , , )

Hawa diciptakan dari tulang rusuk sebelah kanan Adam, karena Hawa tercipta untuk dilindungi, disayangi dan dicintai oleh sang Adam.
Tetapi kawan, apabila kau bertemu Tuhan esok hari, tolong tanyakan kepada-Nya, “Apakah kini Hawa tercipta hanya untuk memuaskan sang Adam??

Permalink 3 Komentar